OPTIMALISASI PELAYANANAGENT ON BOARDDALAMKEGIATAN PENANGANAN PEMUATAN BATUBARA UNTUK KAPAL ASING DI TABONEO OLEH PT. INDO DHARMA TRANSPORT CABANG BANJARMASIN

  • Pritonely Migi Anandito
  • Haris Padilah Politeknik Bumi Akpelni
  • Karjono Karjono Politeknik Bumi Akpelni
Keywords: dokumen, instansi, pemuatan, keagenan

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis tentang bagaimana Agent On Board mengoptimalkan pelayanannya dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul terkait denganpemuatan batubara, khususnya untuk kapal asing. Metode riset dalam pengumpulan data adalah dengan cara kualitatif dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh bahwa:1).terdapat tiga sistem dalam pengapalan muatan yaitu Sistem langsung, Sistem Semi Langsung, Sistem Tidak Langsung. 2) dokumen yang diperlukan adalah Notice of Readiness, dan Letter of Authorization, Statement Of Fact, Notice Of Readiness, Letter of Authorization, mate’s receipt, shipping order, cargo manifest, stowage plan, draft survey, Bill Of Lading. 3) instansi yang terlibat dalam kegiatan pemuatan batubara adalah KSOP, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, PT. PELINDO III, dan Perusahaan Agen Pelayaran. 4) kendala yang dihadapi selama proses pemuatan yaitu kurangnya alat-alat berat yang ada di atas tongkang dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang kurang ahli, faktor cuaca yang sering berganti dan sulit diprediksi, serta keterlambatan muatan yang diakibatkan oleh faktor alam. Dari diskusidiatas, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pelayanan bongkar muat batu bara ke kapal asing, seorang agent on board harus mempunyai kemampuan dan keahlian yang baik dan memadai untuk memperlancar proses clearance dan kapal dapat sailing.
Published
2019-08-13