Implementasi Vgm (Verified Gross Mass)

Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

  • Ridwan Politeknik Bumi Akpelni
Keywords: container, shipper, shipping line

Abstract

Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan suatu kajian yang harus mendapatkan perhatian yang lebih serius pada decade terakhir  ini, mengingat semakin banyaknya kasus kecelakaan kapal yang diakibatkan oleh adanya human-error. Perhitungan stabilitas kapal dengan basic jumlah dan berat dari tiap party barang yang dimuat diatas kapal adalah salahsatu factor penentu dalam menyusun stowage barang diatas kapal terutama untuk kapal-kapal cellular yang memuat barang dalam kemasan container. Karena sebagaimana diketahui bersama bahwa pada lazimnya shipper hanya memberitahukan perkiraan berat barangnya saja tanpa mencantumkan berat containernya, sedangkan dalam kenyataannya barang tersebut dimuat diatas kapal bersamaan dengan containernya, sehingga bagi shipping line data berat barang yang disampaikan oleh shipper tersebut belum akurat. Olehkarena itu melalui organisasi maritime dunia (IMO) diterbitkanlah suatu amandemen yang bersifat mandatory kepada semua shipper diwajibkan untuk menyampaikan verifikasi hasil timbang barang dengan benar termasuk berat containernya secara tertulis kepada shipping-line sebelum container tersebut dikapalkan. Bila tidak ada surat pernyataan (verifikasi) tentang berat barang dan containernya, maka shipping line dilarang untuk memuat container tersebut. Pernyataan atau verifikasi ini dikenal dengan istilah VGM (verified Gross Mass)

Author Biography

Ridwan, Politeknik Bumi Akpelni

Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan

Published
2019-03-01
How to Cite
Ridwan. (2019). Implementasi Vgm (Verified Gross Mass) . Majalah Ilmiah Gema Maritim, 21(1), 40 -47. https://doi.org/10.37612/gema-maritim.v21i1.5