Analisa Kuantitatif Pengaruh Air Laut terhadap Kecepatan Korosi Baja Karbon Rendah dan Menengah di Desa Gemulak Sayung Demak

  • Herry Widodo Politeknik Bumi Akpelni
  • Santhi Wilastari Politeknik Bumi Akpelni
Keywords: baja karbon, kecepatan korosi, waktu

Abstract

Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membahas tentang perbandingan kecepatan terjadinya korosif  dengan membandingkan berat sebelum korosif dan sesudah korosif, dan sesudah dibersihkan dari korosif terhadap spesimen baja karbon berkadar rendah dan  besi karbon berkadar  menengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Spesimen uji yang digunakan dalam penelitian  ini berupa baja karbon dengan kandungan rendah dan baja karbon kandungan menengah, dengan dimensi silinder  karena setiap bahan luasnya berbeda dengan tiga spesimen untuk menjadikan eksperimen lebih akurat. Selain variabel bahan digunakan juga variabel waktu 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Dari hasil penelitian ini  diperoleh bahwa : (1) Hasil uji spesimen baja karbon rendah, kecepatan korosi pada bulan pertama  (0,26 mdd), bulan kedua korosi mengalami peningkatan dengan kecepatan (0,46 mdd). Selain itu juga mengalami peningkatan korosi pada bulan ketiga dengan kecepatan (0,64 mdd). (2) Hasil uji spesimen baja karbon menengah, kecepatan korosi pada bulan pertama (0,16 mdd), bulan kedua korosi mengalami peingkatan kecepatan (0,39 mdd), selain itu juga mengalami peningkatan korosi pada bulan ketiga kecepatan (0,58 mdd).  Kesimpulan yang diperoleh dari pembasan ini adalah bahwa kecepatan korosif berbanding lurus dengan waktu spesimen kontak dengan lingkungan. Kecepatan korosif baja karbon rendah lebih cepat dibandingkan dengan baja karbon menengah.

Author Biographies

Herry Widodo, Politeknik Bumi Akpelni

Program studi Teknika

Santhi Wilastari, Politeknik Bumi Akpelni

Program studi Teknika

Published
2020-08-03